Beralih dari perekonomian, salah satu sektor yang juga terkena dampak digitalisasi adalah sektor pertanian, kelautan dan peternakan. Kehadiran teknologi membawa sektor ini melaju dengan pesat, serta menunjukan indikasi perubahan yang positif. Sebagai contoh, terjadinya peningkatan signifikan pada nilai hasil pertanian, kelautan dan perkebunan. Di Indonesia sendiri, penerapannya di bagian hilir perkebunan kopi memberikan nilai lebih pada komoditas kopi yang dihasilkan dengan harga jual yang lebih kompetitif. Selain itu, komoditas padi yang didukung oleh penggunaan aplikasi pertanian memiliki kualitas yang lebih terjaga dan harga jual yang menyejahterakan petani. Serta di bidang kelautan, aplikasi Aruna berhasil menjaga kualitas hasil tangkap dan harga jual yang lebih setara untuk para nelayan.

Kebutuhan pangan dan sandang yang meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk juga menjadi salah satu faktor keharusan penerapan teknologi pada sektor pertanian, kelautan dan peternakan. Karena pada pertanian contohnya, sekarang penggunaan hewan untuk membajak sawah, akan jauh tidak efektif ketimbang penggunaan traktor. .  Sebagai contoh, terjadinya peningkatan signifikan pada nilai hasil pertanian, kelautan dan perkebunan. Di Indonesia sendiri, penerapannya di bagian hilir perkebunan kopi memberikan nilai lebih pada komoditas kopi yang dihasilkan dengan harga jual yang lebih kompetitif. Selain itu, komoditas padi yang didukung oleh penggunaan aplikasi pertanian memiliki kualitas yang lebih terjaga dan harga jual yang menyejahterakan petani. Serta di bidang kelautan, aplikasi Aruna berhasil menjaga kualitas hasil tangkap dan harga jual yang lebih setara untuk para nelayan. Dengan demikian produktivitas sektor pertanian, kelautan dan perkebunan dapat meningkat dan cukup untuk mengakomodir kebutuhan penduduk yang juga terus meningkat.

“Pemakaian mesin yang dapat berpikir sendiri untuk mengurus lahan pertanian?”

Ya, tentu bukan hal asing lagi bagi beberapa negara maju. Hal ini berhasil menghemat jumlah tenaga kerja, meningkatkan efisiensi waktu, kualitas pangan dan juga kuantitas komoditas yang dihasilkan.

Akan tetapi, benarkah digitalisasi hanya menghadirkan dampak positif? Bukankan sering kita mendengar kerusakan lingkungan yang disebabkan oleh teknologi? Polusi udara, air, tanah dan banyak lagi hal yang disebabkan oleh teknologi. Oleh karena itu, sudut pandang Revolusi Industri 4.0 dan Society 5.0 hadir tidak hanyak memperkenalkan keutamaan penerapan digitalisasi dan artificial intelligence atau kecerdasan buatan namun juga keselarasan dan keseimbangannya terhadap alam.

Untuk itu, kami menunggu ide dan gagasan kalian melalui ISASTech 2020 tentang seperti apa, sih, teknologi yang harus kita pakai? Kebijakan apa, sih, yang harus diterapkan untuk menjaga keberlangsungan lingkungan? Dan masih banyak hal lainnya yang berkaitan dengan digitalisasi pada sektor pertanian, kelautan dan peternakan. Tunggu apa lagi?

Sampai jumpa di Istanbul!

Recommended Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *